Archive for March, 2008

Cara Upload dan Link Download

March 25, 2008

Mengetahui link dari file / images yang kita unggah (upload) di wordpress memang agak sulit kalau files yang kita upload tadi tidak di-attach-kan ke posting atau pages. Karena itu, setiap upload files atau images hendaknya dimasukkan ke posting artikel atau Pages. Ikuti tutorial praktis berikut:
Upload Files / Berkas

1. Klik “Tulis” atau “Write”
2. Di menu “Unggah” atau “Upload” di bawahnya kotak posting, klik “Browse” -> pilih files yang akan diupload. Anda bisa memberi judul dan deskripsi di kotak yang tersedia di bawahnya (opsional alias tidak wajib).
3. Klik “Unggah” atau “Upload”
4. Setelah file masuk -> arahkan mouse ke kotak posting di bagian yang diinginkan -> klik “Kirim ke Editor” atau “Send to Editor”
5. Apabila mode posting dalam keadaan “Kode” atau “Code” maka akan tampak link files. Apabila mode posting “Visual” klik mode “Kode” atau “Code” untuk mengetahui linknya.

Sebagai contoh, saya akan mengupload file berjudul “Amerika dan Islam Liberal”, setelah melalui proses di atas, maka saya taruh file di sini -> Amerika dan Islam Liberal, maka dalam mode posting “Kode” tampak link file sbb: <a href=’http://afatih.files.wordpress.com/2008/03/amerika-dan-islam-liberal.doc’>Amerika dan Islam Liberal</a> –> inilah link untuk download.

Cara Upload Images (Gambar, foto, grafik)

Caranya sama dengan di atas yaitu:

1. Klik “Tulis” atau “Write”
2. Di menu “Unggah” atau “Upload” di bawahnya kotak posting, klik “Browse” -> pilih files yang akan diupload. Anda bisa memberi judul dan deskripsi di kotak yang tersedia di bawahnya (opsional alias tidak wajib).
3. Klik “Unggah” atau “Upload”
4. Setelah file masuk -> arahkan mouse ke kotak posting di bagian yang diinginkan -> klik “Kirim ke Editor” atau “Send to Editor”
5. Apabila mode posting dalam keadaan “Kode” atau “Code” maka akan tampak link images. Apabila mode posting “Visual” klik mode “Kode” atau “Code” untuk mengetahui linknya.

Sebagai contoh, saya upload gambar kucing lagi santai. Saya taruh gambar ini di awal tulisan (kiri atas), maka saya arahkan mouse ke tempat yang saya inginkan. Saya klik “Send to Editor”. Dalam mode “Kode” atau “Code” maka akan tampak link berikut:
<a href='http://afatih.files.wordpress.com/2008/03/c9.jpg'> <img src='http://afatih.files.wordpress.com/2008/03/c9.thumbnail.jpg'/> </a>

Link untuk images adalah
<img src='http://afatih.files.wordpress.com/2008/03/c9.thumbnail.jpg'/> </a>

By Fatih

Cara Buat Read More di WordPress

March 25, 2008

Saya pikir semua pengguna wordpress sudah tahu cara buat “read more” di wordpress. Ternyata masih ada yang tanya di komentar posting di sini. Berbeda dengan blogger.com / blogspot, membuat “read more” atau “baca selanjutnya” atau “read the rest of this entry” di wordpress itu sangat mudah. Ikuti langkah berikut:

1. Setelah login ke account wordpress Anda, Klik menu “tulis” atau “write”
2. Di bawah kotak judul / title, ada menu VISUAL dan Kode / Code –> klik menu Kode / Code
3. Di bawahnya ada deretan menu b i link. Klik menu “more”, maka di kotak posting Anda akan keluar tulisan <!–more–>
4. Tulisan atau posting Anda yang ingin Anda tampilkan di halaman maka harus berada di atas <!–more–> , sedang posting / artikel yang ingin anda “sembunyikan” yang baru tampak setelah pembaca mengklik “read more” taruh di bawahnya <!–more–> Mudah bukan?
Salam ngeblog

By Fatih

Cara Mengaktifkan Widget Flickr dan Delicous

March 25, 2008

Anda suka foto atau koleksi gambar, tentu Anda butuh flickr.com untuk menyimpannya. Kalau Anda suka menyimpan link-link menarik dari sejumlah situs, Anda tentu butuh punya account di del.icio.us, bookmark online terpopuler. Baik flickr.com maupun del.icio.us dapat Anda taruh di wordpress.com milik Anda, karena keduanya sudah built-in menjadi bagian wordpress.com. Tugas Anda tinggal mengaktifkannya dan menaruhnya di sidebar kalau Anda suka. Ikuti tutorial praktis berikut:

Langkah pertama, naikkan widget flickr atau del.icio.us ke sidebar Anda. Setelah itu ikuti rincian berikut:Wodget Flickr

1. Di menu “URL RSS Flickr” -> masukkan alamat feed RSS flickr Anda.

2. Judul -> isi judul yang Anda inginkan

3. Berapa foto yang ingin ditampilkan -> pilih jumlah di menu drop-down.

4. Setelah itu, klik simpan perubahan atau “Update change”

Widget Delicious

1. Di widget title -> kasih judul
2. Di del.ico.us login -> masukkan login delicious Anda.
3. Number link -> tulis jumlah link yang ingin Anda tampilkan.
4. Selesai. Klik Simpan Perubahan atau Save Update.

Catatan untuk widget Flckr:

Widget flickr harus di isi dengan RSS Feed flickr yang akan dimasukkan.

Contoh RSS feed flickr.
1. silakan kunjungi http://flickr.com/photos/beasiswa
2. Di bagian paling bawah ada tulisan “Subscribe to Beasiswa’s photos”.
3. Klik di kata “Latest” –> klik kanan mouse –> copy shortcut (untuk IE) atau copy link location (untuk firefox) -> klik (link RSS feed dah tercopy)
4. Masukkan / paste ke widget flickr Anda. Selesai

By Fatih

Mengaktifkan Widget di Sidebar

March 25, 2008

Di WordPress.com, mengaktifkan widget di sidebar atau kolomsisi boleh dikatakan “wajib”, sebab tanpa itu kita tidak akan dapat menambah aksesoris blog sesuai dengan yang kita inginkan. Aksesoris yang saya maksud, seperti yang bisa Anda lihat di sidebar blog ini, seperti Text Area, RSS dari blog lain, Recent Comment/Pembaca Terbaru mybloglog.com, dan lain-lain. Ikuti tip praktis berikut untuk mulai mengaktifkan widget blog Anda di sidebar.

1. Setelah login -> klik “Tampilan” atau “Presentation”
2. Klik “Widget”
3. Ada menu “Widget yang Tersedia”, di bawahnya ada kotak-kotak kecil (widget) -> Tarik kotak yang Anda inginkan ke “Kolom Sisi” atau “Sidebar” di atasnya. Contoh, tarik widget “Tulisan Terbaru” ke atas.

Tip: Cara narik: arahkan mouse ke widget -> klik kiri terus-menerus ->tarik ke “Kolom Sisi” atau “Sidebar”

4. Klik “Simpan Perubahan” atau “Update Change” (lihat bagian sebelah kanan atas dan/atau bawah).

5. Selesai. Widget Anda sudah aktif. Sidebar blog Anda sudah diisi widget. Ulangi hal serupa untuk memindahkan widget-widget lain yang masih “nganggur” di bawah. Seperti widget “Arsip”, “Komentar Terbaru”, “Meta”, “Teks”, “RSS”, dan lain-lain.

Catatan:

  • Untuk widget TEXT, setelah dinaikkan ke sidebar/kolom-sisi, Anda perlu mengeditnya supaya berfungsi. Caranya, klik dua-kali TEXT tersebut, setelah itu isi dengan kode html yang Anda inginkan. Contoh, isi kode tukar link saya:
  • <a href="http://fatihsyuhud.com/" title="Blogger Indonesia" target="_blank"> <img src="http://fatihsyuhud.com/blog-indonesia.gif" border="0" alt="Blogger Indonesia"></a>

    Setelah itu, klik “Simpan Perubahan” atau “Update Changes”

  • Untuk widget RSS, setelah naikkan, klik dua kali di kotak kecil widget tersebut, setelah terbuka isi RSS blog atau situs yang ingin Anda pasang. Contoh, pasang RSS ini -> http://feeds.feedburner.com/fatihsyuhud
    Jangan lupa menyimpan dengan cara klik “Simpan Perubahan” atau “Update Changes”.
  • By Fatih

Cara Buat Pages atau Halaman Statis WordPress

March 25, 2008

Deretan menu di blog bagian atas adalah salah satu ciri khas dari blog dalam wordpress yang tidak ada di blogger.com/blogspot. Dalam istilah WordPress itu disebut Pages atau Halaman. Pages atau Halaman ini adalah halaman statis yang tidak masuk dalam arsip posting. Apa gunanya? Lihat keterangannya di bawah. Berikut cara membuat Pages atau Halaman (statis) di WordPress.

1. Setelah login, klik “Kelola” atau “Manage”
2. Klik “Halaman” atau “Page”
3. Klik menu “Buat Halaman Baru” atau “Create New Page”
4. Di “Judul Halaman” -> tulis nama halaman. Contoh, Refleksi
5. Klik menu “Tampilkan” atau “Publish”
6. Selesai. Anda sudah berhasil membuat Pages/Halaman statis di blog Anda.

Apa isi atau fungsi Pages/Halaman?Macam-macam, terserah Anda. Isinya bisa berupa keterangan diri atau daftar link-link posting blog Anda atau bisa juga berupa link-link situs penting atau blogrolls, dll.

Cara Mengedit Pages/Halaman

1. Klik “Kelola” / “Manages” -> klik Halaman / Pages
2. Klik menu “Ubah” atau “Edit” di Pages/Halaman yang baru Anda buat tadi. Contoh, Refleksi.
3. Isi kotak posting sesuai yang Anda inginkan.

By Fatih

Tutorial Blog WordPress

March 25, 2008

Setelah login, kita akan langsung masuk ke Dashboard atau Dasbor. Di situ terdapat dua baris menu utama. Yang bagian atas atau sebut saja “menu atas” ada menu Dasbor (Dashboard), (a) Tulis (Write), (b) Kelola (Manage), (c) Komentar (Comment), (d) Blogroll, (e) Tampilan (Presentation), (f) Pengguna (Users), (g) Opsi (Option), (h)Upgrade.

Di bawahnya (saya sebut “menu bawah”) ada menu (a) Statistik blog (Blog Statistic), (b) Peselancar Blog (Blog Surfer), (c) Komentar Saya (My Comment), (d) Penyelancar Tag (Tag Surfer).

1. Fungsi Menu-menu bagian Atas

A. Tulis (Write): untuk menulis / posting tulisan kita

C. Kelola (Manage), kalau diklik akan muncul 6 (enam) submenu lagi sbb:

b.1. Tulisan (posts) berfungsi menampilkan artikel-artikel yang sudah kita posting. Kita juga dapat mengedit (menyunting) tulisan-tulisan tersebut dengan mengklik “sunting” atau “edit” di artikel yang akan diedit.
b.2. Halaman (pages), berfungsi menampilkan halaman statis / Pages yang sudah kita buat. Di sini kita bisa mengedit halaman yang ada atau membuat halaman baru.
b.3. Unggah (Upload), berfungsi mengupload file.
b.4. Kategori (Category), untuk mengedit, mendelete atau membuat kategori baru.
b.5. Impor (Import), untuk mengimpor file dari blog lain
b.6. Ekspor (Export), untuk mengekspor file di blog wordpress Anda ke blog lain.

C. Komentar (Comment), kalau diklik akan muncul 3 (tiga) submenu lagi sbb:

c.1. Komentar, menampilkan seluruh komentar di blog Anda. Di sini kita bisa mengedit atau mendelete komentar yang ada.
c.2. Menunggu Moderasi (Waiting Moderation), kalau diklik akan menampilkan komentar yang masuk daftar moderasi yang bisa Anda edit dengan “setujui” (approve), hapus (delete), spam (dianggap spam).
c.3. Akismet Spam, kalau diklik akan menampilkan komentar yang masuk daftar spam (sampah).

D. Blogroll (tambah link)
Kalau diklik akan muncul 4 (empat) submenu sbb:

d.1. Kelola (manage) blogroll, untuk mengedit, merubah atau menghapus taut (link) yang ada.
d.2. Tambahkan taut (Add link), untuk menambah link baru.
d.3. Impor taut (Import link), untuk mengimpor daftar link dg OPML atau file di komputer kita.
d.4. Kategori (category), kategorisasi link. Bedakan dengan kategori posting (lihat, b.4.)

E. Tampilan (Presentation), kalau diklik akan muncul 5 (lima) submenu sbb:

e.1. Tema (Theme), menampilkan daftar template yang bisa kita pilih untuk blog kita. Tinggal klik template yang kita suka.
e.2. Widgets, untuk mengaktifkan widget dan memilih widget yang ingin kita tampilkan di sidebar.
e.3. Extras, untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan pratilik Snap. By default (aslinya) sudah aktif, klik tanda tik (uncheck) supaya tidak aktif. Saya lebih menganjurkan fasilitas Snap ini dinonaktifkan saja karena cukup mengganggu.
e.4. Current Theme Options, berfungsi untuk (a) merubah header blog. Bisa diganti dengan header buatan sendiri; (b) Setting warna dan posisi sidebar blog; (c) Mengisi informasi personal untuk ditampilkan sebagai data waktu memberi komentar; dan (d) untuk reset (menghapus dan mengembalikan ke setting-an awal.
e.5. Edit CSS, untuk merubah CSS template blog. Ini bagi blogger lanjut, tak cocok bagi pemula. )

F. Pengguna (Users)

Untuk menambah user / pengguna yang memiliki akses ke blog Anda sebagai kontributor, co-author, atau subscriber. Anda bisa memiliki lebih dari satu user untuk akses ke blog Anda.

G. Opsi (Options). Kalau diklik akan muncul 8 (delapan) submenu sbb:

g.1. Opsi Umum, berfungsi untuk (a) Membuat atau mengedit judul blog, (b) Slogan (deskripsi) blog, (c) Memilih / mengedit bahasa yang digunakan di blog, (e) Dll.

g.2. Menulis atau Opsi Menulis, yang terpenting dalam submenu ini adalah menu “Kategori tulisan standar”. Pilih dari daftar kategori tentang kategori apa yang akan dipakai secara by-default di posting (saya piliha kategori fatih-syuhud). Ini artinya kalau saya lupa memakai kategori dalam sebuah posting, maka otomatis artikel tersebut akan masuk kategori fatih-syuhud.

g.3. Membaca atau Opsi Membaca. (a) Halaman Depan (Frontpage), pilih “Tulisan Terakhir” (sudah otomatis); (b) Halaman Blog (Blog post), pilih berapa artikel yang tampil di halaman utama; (c) Umpan Sindikasi (Syndicated Feed), “Tunjukkan yang terkini:” pilih 10; “Untuk tiap artikel, tunjukkan:”, pilih Teks Penuh; (d) Feeds yang diperkaya (Rich feeds), kasih tanda tik (check) di semua kotak. Jangan lupa klik “Perbarui Opsi” atau “Update Options”

g.4. Diskusi atau Opsi Diskusi

g.4.i. Di “Penataan biasa untuk sebuah artikel:” yang terpenting di sini adalah kotak ketiga. Kasih tanda tik di “Izinkan orang untuk mengirim komentar pada artikel” supaya kotak komentar terbuka di bawah setiap artikel Anda.

g.4.ii. Di “E-mail saya setiap kali:” (a) kasih tanda tik di kotak pertama bila Anda ingin dapat laporan ke email Anda setiap ada yang berkomentar di blog Anda; dan (b) kasih tanda tik di “Sebuah komentar ditahan untuk moderasi” apabila Anda ingin dapat email setiap ada komentar yang dimoderasi. Yang (b) ini khusus bagi blogger yang memoderasi kotak komentarnya.

g.4.iii. Di “Sebelum sebuah komentar muncul:” (a) Kasih tanda tik apabila ingin memoderasi setiap komentar (saran, sebaiknya tidak dimoderasi); (b) Kasih tanda tik di “Penulis komentar harus mengisi nama dan e-mail” apabila Anda ingin setiap komentator menulis alamat email dan situsnya; (c) Di “Penulis komentar harus mempunyai komentar yang disetujui sebelumnya” sebaiknya tidak dikasih tanda tik.

g.5. Privasi (Privacy). Opsi Privasi. Kasih tanda tik di “Saya ingin blog ini tampak di mesin pencari seperti Google dan Sphere, dan di senarai publik milik WordPress.com.” supaya masuk mesin pencari google, yahoo, msn, dll.

g.6. Hapus Blog atau Delete Blog.
Awas! Menu ini jangan dibuka-buka, kecuali kalau memang Anda dan blog Anda sudah bosan hidup. )

g.7 yaitu OpenID dan g.8 Domain-domain. Submenu ini tidak begitu penting, yang penasaran silakan lihat sendiri.

Salam ngeblog

By Fatih

Cari Rumah tuk WordPress

March 22, 2008

Rumah bagi WordPress (dan juga bagi semua website) namanya adalah Hosting. Nah, buat kamu yang masih baru dalam blog artikel berikut ini insya Allah akan sangat berguna.

Pertama, kita perlu cari hosting dulu (kalo bisa yang gratisan dengan fasilitas lengkap..hehehe :D ). Saya merekomendasikan 100webspace.com. Pertama karena hosting ini support dengan WordPress, yang kedua ada fasilitas webmailnya sehingga kalo kamu punya domain sendiri, kamu bisa punya email nama_kamu@domainmu.com. Insya Allah dikesempatan yang lain akan saya jelasin juga cara dapatkan domain gratisan.

Kembali ke laptop™…. Silahkan kamu kunjungi 100webspace.com dan klik pilihan hosting gratisnya.

Pada halaman berikutnya kamu diminta memilih apa memesan domain, menggunakan domain sendiri, atau menggunakan subdomain yang udah ada. Karena kita sudah punya domain yang udah kita dapatkan dari depkominfo, maka pilihlah pilihan Host My Existing Domain, dan sebuah form pengisian nama domain akan muncul. Tapi jika kamu belum punya domain, maka kamu bisa memakai sub domain dari 100webspace.com

Setelah mengisi, scroll ke bawah dan klik Next Step

Berikutnya adalah mengisi formulir pendaftaran, jangan lupa untuk mengisi kode verifikasi yang ada, selanjutnya tinggal menekan tombol Next > Submit Payment.

Setelah di submit, kamu akan diberi penawaran apa tetap memakai hosting gratis dengan iklan di atas atau membayar biaya tertentu dan mendapatkan hosting tanpa iklan , kalo kamu pengen tetap memakai hosting gratisan, langsung aja klik tulisan No, thanks, continue with my ad-supported account. Maka muncullah halaman konfirmasi seperti ini :

Sebuah email

By Cafeblogger

Mengganti Themes

March 22, 2008

Theme ibarat sebuah kulit bagi blog. Theme yang mengatur tampilan blog kita. Mengganti theme di WordPress amatlah mudah dan cepat. Bagi kamu yang masih pemulapun themes WordPress begitu mudah digunakan. Untuk mengganti themes, pertama-tama kamu perlu mencari menyiapkan themes baru. Setelah itu tinggal di upload ke folder wp-content/themes/. Gunakan FTP seperti yang udah dijelasin pada artikel yang lalu. Kalo lupa, silahkan dilihat lagi yach.

Setelah file-file themes terupload semua, sekarang tinggal mengaktifkannya. Masuklah ke dashboard, klik menu Presentation – Themes. Akan muncul screenshot themes baru disana yang siap diaktifkan. Untuk mengaktifkannya, tinggal klik gambar screenshotnya saja.

Nah, berikut ini beberapa link untuk berburu themes wordpress. Insya Allah di blog inipun akan saya perkenalkan themes-themes yang bagus (menurut saya sih) Saya juga lagi coba-coba belajar bikin themes. Insya Allah juga akan ditampilkan disini, berdampingan dengan themes-themes populer lainnya…heheheheee

Kembali ke Laptop… inilah dia daftar website yang punya gudang themes. Selamat berburu:
Official WordPress Theme page
Codex WordPress Theme List
WordPress Theme Viewer
Free WordPress Themes
How to Blog’s List of 615+ Themes
Alex King’s WordPress Theme Competition
WordPress Index and Theme Builder
WordPress Theme Park
WordPressTheme.com
Kaushal Sheth’s WordPress Theme Viewer
JohnTP’s WordPress Themes Collection
WP Themes. Info
Gallery for WordPress
WordPress Powered Websites
Skins/Themes for WordPress
WordPress Themes by priss
GFXedit.com Themes
Free WordPress Themes on TemplateXtreme

By Cafeblogger

Islam di Indonesia

March 18, 2008

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 88% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam. Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera. Sedangkan di wilayah timur Indonesia, persentase penganutnya tidak sebesar di kawasan barat. Sekitar 98% Muslim di Indonesia adalah penganut aliran Sunni. Sisanya, sekitar dua juta pengikut adalah Syiah (di atas satu persen), berada di Aceh.

Sejarah Islam di Indonesia sangatlah kompleks dan mencerminkan keanekaragaman dan kesempurnaan tersebut kedalam kultur. Pada abad ke-12, sebagian besar pedagang orang Islam dari India tiba di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Hindu yang dominan beserta kerajaan Buddha, seperti Majapahit dan Sriwijaya, mengalami kemunduran, dimana banyak pengikutnya berpindah agama ke Islam. Dalam jumlah yang lebih kecil, banyak penganut Hindu yang berpindah ke Bali, sebagian Jawa dan Sumatera. Dalam beberapa kasus, ajaran Islam di Indonesia dipraktikkan dalam bentuk yang berbeda jika dibandingkan dengan Islam daerah Timur Tengah.

Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil’alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah – terutama Belanda – menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi’i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

Bermain-main dengan Permalink

March 17, 2008

Permalink adalah URL permanen dari halaman artikel-artikel kita sebagaimana juga di kategori dan arsip-arsip blog kita. Permalink biasanya digunakan untuk menunjukkan alamat yang langsung menuju ke artikel yang ingin kita bagi. Dengan permalink kita bisa langsung menunjukkan pada siapa saja artikel yang kita miliki. Dan dengan sekali klik mereka bisa langsung menuju halaman artikel kita.

Secara default, format permalink WordPress adalah http://domain.com/?p=xx dimana xx adalah nomor id artikel kita. Jadi kalo kamu pengen membagi artikel pada orang lain, kamu harus tahu no id artikelmu. Hal ini sangat memusingkan bukan? Sekarang bagaimana kalo permalinknya seperti ini :

http://cafeblogger.web.id/bermain-main-dengan-permalink/

Bagaimana? Apa yang bisa kamu tangkap dari permalink diatas bila dibandingkan dengan permalink berikut ini :

http://cafeblogger.web.id/?p=21

Lebih menarik yang diatas bukan? Nah, satu hal lagi yang sangat perlu dalam mengutak-atik permalink adalah bahwa tak semua search engine mendukung penggunaan tanda tanya (?) pada permalink sebagaimana terlihat pada contoh di atas.

Untuk kamu yang menggunakan blog di wordpress.com, kamu tak bisa melakukan apa-apa terhadap permalink ini. Semuanya sudah diatur secara default. Di wordpress.com, permalink yang kamu dapatkan adalah sebagai berikut :

http://kursus.wordpress.com/2007/02/07/belajar-wordpress/

Ada tahun, bulan dan tanggal yang menyertai. Namun, buat kamu yang menginstall di server sendiri, maka kamu bisa membuat aneka macam permalink seperti berikut :

http://domainmu.com/arsip/artikelku/ atau
http://domainmu.com/archieve/123 bahkan kamu bisa menambahi extensi menjadi
http://domainmu.com/arsip/ini-artikelku.html

Untuk mengatur permalik kamu bisa masuk ke menu Options – Permalink, disana telah ada 3 buah format yang bisa kamu pilih, atau kamu bisa membuat format sendiri pada pilihan keempat. Jika kamu pengen membuat sendiri, maka berikut ini daftar format yang bisa kamu pakai :
%year%
The year of the post, four digits, for example 2004
%monthnum%
Month of the year, for example 05
%day%
Day of the month, for example 28
%hour%
Hour of the day, for example 15
%minute%
Minute of the hour, for example 43
%second%
Second of the minute, for example 33
%postname%
A sanitized version of the title of the post. So “This Is A Great Post!” becomes “this-is-a-great-post” in the URI (see note below)
%post_id%
The unique ID # of the post, for example 423
%category%
A sanitized version of the category name. Nested sub-categories appear as nested directories in the URI.
%author%
A sanitized version of the author name.

Nah, silahkan diutak-atik sendiri. Saya sarankan untuk tetap membuka halaman options permalink saat mencoba-coba permalink ini, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi kesalahan kamu bisa menggunakan format default yang ada.
Cara Memakai Permalink

Misalkan kita ingin membuat permalink dalam bentuk seperti ini :

nama-domain/category/artikel/

Maka isi setting permalinknya adalah sebagai berikut :

/%category%/%postname%/

Setelah itu kamu tinggal klik updating Permalink Structure. Setelah proses updating selesai, sekarang coba buka blogmu. Apa yang terjadi? Perhatikan url address yang diatas browser apakah sudah berubah?
Catatan : Seringkali hosting (terutama yang gratisan) tak mendukung permalink ini. Waktu saya ingin membuat file htaccess di 100webspace, sebenarnya juga ditolak, tapi ndak tahu kenapa saat saya mencoba-coba mengutak-atik permalink kok ternyata bisa :) . Tanda kalo hosting yang kamu pakai tak mendukung permalink adalah kamu ndak bisa membaca artikelmu, dan muncul error 404 alias tak ditemukan. Maka segera rubah kembali setting permalinknya ke default

By Cafeblogger